Minggu, 20 Maret 2016

PERKECAMBAHAN (ILMU TANAH HUTAN)

PERKECAMBAHAN(Laporan Pratikum Ilmu Tanah Hutan)        Oleh Lely Pratiwi S.1414151051       logo-unila-bw.jpg        FAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS LAMPUNGBANDAR LAMPUNG2015
I.  PENDAHULUAN   A. Latar Belakang  Media tanam merupakan media/tempat dimana tanaman/biji dapat tumbuh dan berkembang didalamnya. Contoh seperti tanah, air, kapas, kompos, pasir dan sejenis lainnya. Saat ini, dikehidupan sehari – hari atau dalam perkebunan, tanah selalu menjadi media tanam bagi benih yang akan di tanam. Tetapi, dalam kegiatan penelitian ini, kita akan memakai media, tanah dan pasir untuk mengetahui pertumbuhan yang terjadi pad tanaman. Sedangkan, media tanam yang menggunakan air biasanya dikhususkan untuk tumbuhan hidroponik. Dalam hal ini, dapat terlihat bahwa kegunaan antar berbagai media tanam itu berbeda – beda. Tidak hanya kegunaannya saja tapi pengaruhnya terhadap perkecambahan suatu biji. Pengaruh tersebut dapat disebabkan karena setiap media tanam mengandung unsur – unsur dan struktur yang berbeda – beda. Pertumbuhan adalah proses fisiologis yang ditandai dengan bertambahnya jumlah sel dan bertambahnya volume sel yang bersifat irreversible ( tidak dapat mengecil kembali). Pada tumbuhan bersel satu terjadi penambahan besar sel, sedangkan pada tumbuhan multiseluler terjadi pembesaran sel maupun penambahan ukuran sel. Pada proses perkecambahan, ada dua tipe perkecambahan : Epigeal ( perkecambahan dimana kotiledon berada diatas tanah) dan Hipogeal ( Kotiledon

tetap berada di dalam tanah ). Perkembangan adalah proses pada tubuh untuk mencapai kedewasaan atau maturitas. Maturitas tidak dapat diukur secara kuantitatif namun bisa dilihat ciri – cirinya. Faktor – faktor yang mempengaruhi dan pekembangan pada tumbuhan ada 2, yaitu faktor eksternal atau internal. Faktor eksternal adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dari luar, meliputi : nutrisi, suhu, cahaya, air, kelembaban, oksigen, dll. Faktor internal adalah faktor dari dalam, meliputi : gen dan hormon. Untuk mengetahui lebih jelas maka dilakukan praktikum ini dan juga untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita.  B. Tujuan Percobaan  Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut.
 1. Mahasiswa dapat mengetahui apa itu perkecambahan.2. Mahasiswa dapat mengetahui media tanam untuk perkecambahan.3. Mahasiswa dapat membandingkan media kecambah yang baik antara tanah dan       pasir.
       
II. TINJAUAN PUSTAKA   Tanah adalah produk transformasi mineral dan bahan organik yang terletak dipermukaan sampai kedalaman tertentu yang dipengaruhi oleh faktor – faktor genetis dan lingkungan, yakni bahan induk, iklim, organisme hidup (mikro dan makro), topografi dan waktu yang berjalan selama kurun waktu yang sangat panjang, yang dapat dibedakan dari ciri – ciri bahan induk asalnya baik secara kimia, biologi, maupun morfologinya dengan kandungan yang dimiliki tanah tumbuhan dapat tumbuh diatasnya. Perkembangan perkecambahan membutuhkan media untuk berkembang, macam media dapat dijelaskan sebagai berikut. 1. Media Tanam Humus Humus merupakan media tanam organik yang bahan dasarnya berasal dari proses fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, rumput dan sampah kota. Kelebihan dari penggunaan kompos sebagai media tanam adalh sifatnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat – sifat tanah, baik fisik, kimiawi, maupun biologis. Selain itu, humus juga menjadi fasilitator dalam penyerapan unsur nitrogen (N) yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Kandungan bahan organik yang tinggi dalam humus sangat penting untuk memperbaiki kondisi tanah. 2. Media Tanam Pasir 
Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir dianggap memadai dan sesuai jika digunakan sebagai media untuk penyemaian benih, pertumbuahan bibit tanaman, dan perakaran stek batang tanaman. Sifatnya sangat cepat kering akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah cukup umur untuk dipindahkan ke media lain. Sementara bobot pasir yang cukup berat akan mempermudah tegaknya stek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan dalam penggunaan dan dapat meningkatkan sistem aerasi serta drainase media tanam. Pasir malang dan pasir bangunan merupakan jenis pasir yang digunakan sebagai media tanam. 3. Media Tanam Tanah Liat Tanah liat merupakan jenis tanah yang bertekstur paling halus dan lengket atau berlumpur. Karakteristik dari tanah liat adalah memiliki pori – pori berukuran kecil ( pori – pori mikro ) yang lebih banyak dari pada pori – pori yang berukuran besar (pori – pori) makro sehingga memiliki kemampuan mengikat air yang cukup kuat. Pori – pori mikro adalah pori – pori halus yang berisi air kapiler atau udara. Sementara pori – pori makro adalah pori – pori kasar yang berisi udara atau air gravitasi yang mudah menghilang. Pada dasarnya, tanah liat bersifat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan dengan bahan – bahan lain yang kaya akan unsur hara ( Winarso, 2005). Faktor – faktor yang mempengaruhi Perkecambahan A. Faktor Dalam Faktor dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain : 1. Tingkat kemasakan benih Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio belum sempurna (Sutopo, 2002). 2. Ukuran Benih Benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kecil pada jenis yang sama. Cadangan makanan yang terkandung dalam jaringan penyimpan digunakan sebagai sumber energi bagi embrio pada saat perkecambahan (Sutopo, 2002). 3. Dormansi Benih dikatakan dormansi apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan bagi suatu perkecambahan atau juga dapat dikatakan dormansi benih menunjukkan suatu keadaan dimana benih – benih sehat (viabel) namun gagal berkecambah ketika berada dalam kondisi yang secara normal baik untuk berkecambah, seperti kelembaban yang cukup, suhu dan cahaya yang sesuai (Lambers, 1992; Schmidt, 2002). 
 4. Penghambat Perkecambahan Menurut Kuswanto (1996), penghambat perkecambahan benih dapat berupa kehadiran inhibitor baik dalam benih maupun di permukaan benih, adanya larutan dengan nilai osmotik yang tinggi serta bahan yang menghambat lintasan metabolik atau menghambat laju respirasi.  B. Faktor Luar Faktor luar utama yang mempengaruhi perkecambahan diantaranya : 1. Air Penyerapan air oleh benih dipengaruhi oleh sifat benih itu sendiri terutama kulit pelindungnya dan jumlah air yang tersedia pada media disekitarnya, sedangkan jumlah air yang diperlukan bervariasi tergantung kepada jenis benihnya, dan tingkat pengambilan air turut dipengaruhi oleh suhu (Sutopo, 2002). 2. Suhu Suhu optimal adalah yang paling menguntungkan berlangsungnya perkecambahan benih dimana persentase perkembangan tertinggi dapat dicapai yaitu pada kisaran suhu antara 26 s.d 350C . Suhu juga mempengaruhi kecepatan proses permulaan perkecambahan dan ditentukan oleh berbagai sifat lain yaitu sifat dormansi benih, cahaya dan zat tumbuh giberelin (Sutopo, 2002). 3. Oksigen Benih akan berkecambah dalam udara yang mengandung 29 persen oksigen dan 0,03 persen CO2. Namun untuk benih yang dorman, perkecambahannya akan terjadi jika oksigen yang masuk ke dalam benih ditingkatkan samapai 80 persen, karena biasanya oksigen yang masuk ke embrio kurang dari 3 persen
(Kamil, 1979).
 4. Cahaya Pengaruh cahaya terhadap perkecambahan benih dapat dibagi atas 4 kelompok yaitu golongan yang memerlukan cahaya mutlak, golongan yg membutuhkan banyak cahaya untuk mempercepat perkecambahan, golongan dimana cahaya dapat menghambat perkecambahan, serta golongan dimana benih dapat berkecambah baik pada tempat gelap maupun ada cahaya (Adriance dan Brisom dalam Sutopo, 2002). 5. Medium Medium yang baik untuk perkecambahan haruslah memiliki sifat fisik yang baik, gembur, mempunyai kemampuan menyerap air dan bebas dari organisme penyebab penyakit terutama cendawan (Sutopo, 2002).                               
III. METODOLOGI PRAKTIKUM   A. Alat dan Bahan  Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini sebagai berikut. Alat berupa bak kecambah 2 buah, cetok. Bahan berupa 60 benih saga ( Adenanthera pavonina) yang sudah diskarifikasi selama 24 jam dengan menggunakan air panas, air, pasir dan tanah.  B. Cara Kerja Cara kerja yang dilakukan pada praktikum ini adalah sebaggai berikut. 1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.2. Pada kedua bak kecambah, 1 diisi dengan pasir dan satunya lagi diisi dengan
    tanah.3. Tanamkan benih saga (Adenanthera pavonina) pada media tanah 30 benih dan        pada media pasir 30  benih.4. Siram kedua bak kecambah yang sudah berisi benih tersebut dengan
    secukupnya jangan sampai becek.5. Letakkan kedua bak kecambah tersebut di tempat teduh dan aman.6. Lakukan pengamatan setiap hari dan catat berapa yang tumbuh setiap harinya.       IV. Hasil dan Pembahasan   A. Hasil  Adapun hasil yang diperoleh dari pengamatan yang dilakukan selama 21 hari mulai tanggal 16 April 2015 – 06 Mei 2015 sebagai berikut.  a. Tabel Pengamatan Perkecambahan pada Media Tanah 
No
Hari
Biji yang Tumbuh
1
Kamis (16/04/2015)
0
2
Jumat (17/04/2015)
0
3
Sabtu (18/04/2015)
0
4
Minggu (19/04/2015)
0
5
Senin (20/04/2015)
0
6
Selasa (21/04/2015)
0
7
Rabu (22/04/2015)
0
8
Kamis (23/04/2015)
0
9
Jumat (24/04/2015)
3
10
Sabtu (25/04/2015)
3
11
Minggu (26/04/2015)
5
12
Senin (27/04/2015)
7
13
Selasa (28/04/2015)
7
14
Rabu (29/04/2015)
13
15
Kamis (30/04/2015)
15
16
Jumat (01/05/2015)
15
17
Sabtu (02/05/2015)
17
18
Minggu (03/05/2015)
17

19
Senin (04/05/2015)
17
20
Selasa (05/05/2015)
21
21
Rabu (06/05/2015)
21
                                                                                                               
 b.Tabel Pengamatan Perkecambahan pada media Pasir  
No
Hari
Biji yang Tumbuh
1
Kamis (16/04/2015)
0
2
Jumat (17/04/2015)
0
3
Sabtu (18/04/2015)
0
4
Minggu (19/04/2015)
0
5
Senin (20/04/2015)
0
6
Selasa (21/04/2015)
0
7
Rabu (22/04/2015)
0
8
Kamis (23/04/2015)
0
9
Jumat (24/04/2015)
3
10
Sabtu (25/04/2015)
3
11
Minggu (26/04/2015)
10
12
Senin (27/04/2015)
11
13
Selasa (28/04/2015)
17
14
Rabu (29/04/2015)
20
15
Kamis (30/04/2015)
20
16
Jumat (01/05/2015)
23
17
Sabtu (02/05/2015)
24
18
Minggu (03/05/2015)
24
19
Senin (04/05/2015)
24
20
Selasa (05/05/2015)
22
21
Rabu (06/05/2015)
22
    
c. Perhitungan
 1. Persentase benih yang tumbuh pada media tanah   x 100 %
  x 100%
 = 70% 2. Persentase benih yang tumbuh pada media pasir =     x 100% =   
 73,33 %
   B. Pembahasan Perkecambahan adalah munculnya plamtula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada perkembangan embrio saat berkecambah, bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, sedangkan radikula menjadi akar. Perkecambahan merupakan pengaktifan kembali aktivitas pertumbuhan embryonic axis didalam biji yang terhenti untuk kemudian membentuk bibit. Berdasarkan letak kotiledon pada saat perkecambahan dikenal dua tipe perkecambahan yaitu hipogeal dan epigeal. Perkecambahan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor dalam meliputi tingkat kemasakan benih, dormansi rudimeter embryo, daya tembus kulit terhadap air, dormansi kulit benih, kombinasi dari dua atau lebih faktor – faktor tersebut dan faktor luar yang meliputi persediaan air yang cukup, temperature optimum, oksigen, cahaya dan media tanam. Media tanam merupakan komponen utama ketika akan bercocok tanam. Media tanam merupakan media/tempat dimana tanaman/biji dapat tumbuh dan berkembang di dalamnya, misalnya tanah, sekam, kapas dan lainnya. Secara umum, media tanam harus dapat menjaga kelembaban daerah sekitar akar, menyediakan cukup udara, dan dapat menahan ketersediaan unsur hara. Media yang baik untuk perkecambahan haruslah memiliki sifat yang baik, gembur, mempunyai kemampuan menyerap air dan bebas dari organisme penyebab penyakit. Media tanam berfungsi sebagai tempat tumbuh dan perkembangan akar serta tempat tanaman mengabsorpsi unsur hara dan air. Jenis dan sifat media tanam berperan dalam ketersediaaan unsur hara dan air sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Perbedaan karakteristik media terutama pada kandungan unsur hara lagi tanaman dan daya mengikat air. Dari praktikum yang telah dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut, saga
(Adenanthera pavonina) yang berkecambah pada media tanah adalah sebanyak 21 dan pada media pasir adalah sebanyak  22. Jadi jika dinyatakan dalam persen, benih yang tumbuh pada media tanah adalah 70% dan benih yang tumbuh pada media pasir adalah 73,33%. Dari hasil banyaknya benih yang berkecambah, menunjukkan bahwa benih yang banyak berkecambah adalah pada media pasir dibandingkan media tanah. Media tanam pasir sebenarnya kurang baik karena mempunyai porositas yang besar dan tidak dapat menyerap air tetapi hanya dapat meneruskan air. Tetapi media pasir lebih gembur sehingga kotiledon mudah untuk keluar atau muncul sebagai kecambah. Saat melakukan penyapihan media pasir akan lebih mudah karena pasir tidak menggumpal dengan keras. Sedangkan pada media tanah, kotiledon sulit untuk muncul keluar karena tanah tidak gembur, keras dan lengket. Akibatnya pemunculan kotiledon ke permukaan membutuhkan waktu lama. Efeknya kotiledon mengalami kebusukan. Media tanam pasir sebenarnya merupakan media kecambah yang baik karena memiliki unsur hara yang cukup dan dibutuhkan oleh tanamann dibanding pasir. Hal ini menunjukkan media tanam mengandung unsur – unsur dan struktur yang berbea – beda.
 Dalam melakukan perkecambahan ini, hal yang sangat penting diperhatikan adalah penyiraman media tanam karena akan sangat mempengaruhi perkecambahan. Penyiraman harus dilakukan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore, agar mendapatkan hasil yang maksimal. Selama penelitian perkecambahan ini saya menyiramnya hanya dua kali, yaitu pada sore hari sepulang kuliah pukul 15.00 WIB. Saya sering mengecek perkecambahannya tetapi tidak menyiramnya. Saya tidak menyiramnya karena tidak ada niat untuk mengambil air.       
V. PENUTUP   A. Kesimpulan  Dari pengamatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Perkecambahan merupakan salah satu tahap yang termasuk ke dalam rangkaian    proses pertumbuhan dan perkembangan berupa tumbuhnya embrio yang
    terdapat pada biji. 2. Air yang cukup sangatlah penting dalam melakukan perkecambahan,
    kekurangan air akan mengakibatkan benih mati demikian juga sebaliknya bila
    kelebihan air akan mati juga benihnya. 3. Media tanam yang lebih banyak benih yang berkecambah adalah pasir, karena
    pasir tidak padat dan keras dibandingkan tanah sehingga kotiledon mudah
    muncul ke permukaan, tetapi media tanah memiliki unsur hara yang lebih
    banyak dibandingkan pasir. B. Saran  Pada praktikum ini, saran yang dapat saya sampaikan adalah agar asisten dosen lebih mengontrol lagi para praktikan dalam melakukan penyiraman benih.  DAFTAR PUSTAKA   Darjadi. 1969. Industri Benih di Indonesia. Laboratorium Ilmu dan Teknologi
Benih IPB. 291 hal. Bogor. Kuswanto, H. 1997. Analisis Benih. ANDI. Yogyakarta. Kamil,J. 1979. Teknologi Benih 1. Angkasa Raya. Padang. Schmidt, L. 2002. Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan Sub
Tropis ( Terjemahkan) Dr. Muhammad Na’iem dkk. Bandung.
 Sutopo. 2002. Pengertian dan Sifat Kimia Tanah. Yogyakarta Gajah Mada
University. Yogyakarta. Winarso. 2005. Teknologi Benih. Bogor : IPB








Jumat, 20 November 2015

rinduku tersampaikan kepada dia lewat Dia

Malam untuk dia yang di Semarang...

Apa kabarmu sayang? udah makan? makan apa? Jaga kesehatan ya.. Semangat buat kuliahmuu..  

Itulah kebiasaan kami yang menjalani LDR. 
Bukan hal yang mudah untuk mempertahankan hubungan jarak jauh, tapi karena keyakinan dan rinduku yang selalu di redakan oleh- Nya. Aku tidak tahu kenapa aku begitu mencintainya. Sejujurnya aku pernah merasa bosan dan sering ingin bahkan sudah mengakhiri hubungan ini. Namun, ketika sudah saya akhiri selalu muncul rasa rindu yang mendalam. Aku bingung apakah dia benar teman hidupku ? .Ketika rasa rinduku mendalam aku hanya bisa menyampaikan melalui Dia yg Maha Sempurna karna untuk menyampaikan kepada dia langsung aku gengsi. Setelah beberapa waktu setelah aku menyampaikan rinduku melalui  Dia tidak tahu kenapa dia yang di Semarang selalu mengajak baikan. Kini aku sadar rinduku disampaikan-Nya.
Terimakasih Tuhan buat hubungan kami, mampukan kami menjalani hubungan ini sampai akhir hidupku. Sampaikan selalu bahwa aku merindukannya setiap saat.  Selamat tidur, Alenku sayang.

-dari yang mencintaimu

Selasa, 16 Juni 2015

My Diary on SMA BINTANG TIMUR PEMATANGSIANTAR



Sejuta cahaya dari Bintang Timurku
Halo semua, salam kenal buat adik – adik SMA RK Bintang Timur Pematangsiantar dan salam rindu buat guru – guruku tercinta. Kenalin nama saya Lely Pratiwi Simanjorang biasa dipanggil Lely alumni tahun 2014.Sekarang melanjutkan studi di Jurusan Kehutanan,Universitas Lampung. Dulu saya pernah duduk di kelas X – 1 , XI – IPA1, dan XII – IPA 2. Tiga tahun di SMA BT itu sangat penuh cerita dalam hidup saya, banyak kenangan yang saya selalu ingat sampai sekarang.
Pertama kali masuk SMA BT saya senang banget karena bertemu dengan guru – guru dan teman baru dengan sifat yang masih manja, labil dan kekanak – kanakan. Tahun pertama, saya benar – benar merasakan banyak perubahan menjadi semakin dewasa dengan nasihat dan motivasi yang diberikan guru – guru. Spesial dari wali kelas kakak yang super perhatian, walaupun kadang menyebalkan tetapi sekarang saya sadar semua itu demi kebaikan saya. Dulu saya bukanlah seorang siswi yang pintar dan aktif, tetapi saya selalu berusaha untuk menjadi seperti itu J. Di SMA BT saya tidak hanya diarahkan unggul di bidang akademik tetapi diarahkan unggul di bidang non –akademik sesuai bakat dan potensi yang ada dalam diri kita serta yang paling penting dan istimewa itu, kita diajarkan berakhlak mulia.
Tahun kedua di SMA BT, saya sudah lebih mengenal banyak karakter guru – guru kita. Guru  kita itu menurut kakak memiliki keunikan tesendiri yang membuat siswa menyenanginya atau bahkan berusah menghindar (hahahha). Ada yang nyuruh buat tugas terus, ada yang suka buat tiba – tiba ujian, ada yang suka nyuruh maju ke depan, ada yang suka menghukum. Dulu saya berpikir apasih guru ini taunya buat susah aja. Belum lagi ada tugas dari guru yang satu dan guru lainnya, membuat kesal banget. Tapi tahu ga adik – adik, hal itu yang kakak sangat rindukan sekarang dan adik – adik akan merasakan manfaatnya setelah selesai dari SMA BT.
Dulu,saya pernah jadi Ratu Valentine 2013 pengalaman yang menurut kakak sangat spesial bisa terpilih saat itu dan sangat bersyukur kepada Tuhan, kakak benar – benar ngerasain manfaatnya, kepercayaan diri kakak semakin bertambah, keinginan belajar bahasa inggris kakak semakin meningkat. Tetapi kita ga boleh puas sampai disitu saja. Pada saat gebyar Suara Rajawali,awalnya saya iseng nulis puisi. Tetapi puji Tuhan, kakak bisa terpilih mewakili SMA kita dalam acara tersebut membacakan puisi. Pada saat berlatih membaca puisi itu, kakak benar – benar merasakan motivasi yang kuat dari guru dan guru yang tak pernah lelah melatih saya hingga maksimal. Di SMA BT, kakak juga diajarkan pentingnya kebersamaan dan sangat terasa itu pada saat PORSENI. Kegiatan yang paling saya senangi dan tunggu – tunggu setelah ujian J. Secara tidak langsung guru mengajarkan kita bagaimana kerja dalam tim, seperti pada saat lomba masak – memasak, bola volley, menghias kelas dan lainnya. Saya selalu berusaha mengembangkan yang ada pada diri saya karena Tuhan telah menganugerahkannya dan kesempatan masa muda saya hanya sekali.
Pada tahun ketiga, saya juga pernah mengikuti Olimpiade Biologi se – Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar. Pada saat itu kemampuan akademik saya benar – benar diuji. Saya sangat semangat karena guru – guru yang membimbing pun sangat antusias dan optimis. Di tahun ketika itu juga saya harus lebih serius belajar karena akan menempuh Ujian Nasional dan Ujian masuk perguruan tinggi atau sekolah tinggi lainnya. Sejak SMP, saya memang sudah punya tujuan untuk masuk jurusan kehutanan karena minat saya dan hobi adventure ke alam serta ayah saya yang memang menggeluti bidang tersebut. Pada saat saya kelas XII, guru – guru sangat peduli dan antusias dengan ujian yang akan kami hadapi dan pemilihan jurusan maupun universitas. Saya sangat galau pada saat pemilihan universitas, saya sangat sering konsultasi ke beberapa guru. Guru menyarankan agar saya memilih Universitas yang berbeda dengan keinginan saya pada saat SNMPTN karena kemungkinan masuk kecil untuk Universitas yang saya pilih. Tetapi saya tetap menjadikan pilihan pertama Universitas yang saya inginkan. Dan memang pada saat pengumuman SNMPTN, saya tidak diterima. Perjuangan masuk PTN belum berakhir, masih banyak ujian lain untuk masuk PTN termasuk yang paling dekat adalah SBMPTN. Kakak tetap menjadikan pilihan pertama di Universitas yang saya inginkan. Tetapi dipilihan kedua, saya membuat Universitas yang disarankan guru kita pada saat pemilihan SNMPTN. Dan hasilnya memang, saya diterima di Universitas yang guru tersebut sarankan. Tetap bersyukur walaupun bukan di tempat yang saya impikan karena saya mendapat beasiswa. Saya percaya Tuhan menempatkan saya disini karena ada hal yang indah Tuhan berikan.
Sekarang, saya disini benar – benar merasakan manfaat ajaran dan motivasi yang diberikan guru – guru kita. Menuntut ilmu di tempat yang kepercayaan saya minoritas bukanlah hal yang mudah untuk saya dapat bertahan dan berkembang. Bersyukur lagi, sewaktu SMA kita itu benar – benar diajarkan untuk berakhlak dan iman yang teguh, sehingga saya mampu belajar di bidang akademik dan non –akademik dengan tidak menghilangkan kepercayaan saya sebagai seorang Kristen. Terimakasih wali – wali kelasku tercinta pak J.Tarigan, Mr.K.Sihotang dan Pak J.Nadeak. Guru – guruku terhebat Pak R.Sianipar, pak R.Saragih, pak C. Hutajulu, pak G.Purba, pak S.Sihombing, pak L.Samosir, pak A.Silalahi dan semuanya guru SMA BT serta staff yang hebat.Dan terkhusus buat Suster kepala sekolah yang tersayang, “Terimakasih telah mendidikku menjadi manusia yang lebih berilmu dan berakhlak”.Terimakasih cintaku yang bertemu di SMA kita tercinta ini Frandy Alensius Sitanggang.Mendukungku dan mencintaiku.I LOVE YOU
Nah, adik – adik jadilah orang yang berusaha mengembangkan apa yang dikaruniakan Tuhan kepada kita teruslah berusaha untuk maju karena setiap individu pasti memiliki keunikan tertentu. Saya selalu ingat ini “BELIEVE AND BE GRATEFULL OF YOUR LIFE” dan pegang “Ams 3:6” dalam keseharian saya. Jadikan masa mudamu penuh warna, berharga dimata Tuhan dan sekitar. Kalau mau kenal kakak lebih lagi atau ada hal yang pengen ditanyakan boleh add fb saya Lely Pratiwi Manjor’z atau invite BB 53BOC85F. Salam kangen buat Bintang Timurku.